Pages

Selasa, 01 Maret 2011

Rasa Yang Tertunda

Hari ini adalah hari terakhir siswa,siswi smp menghadapi masa orientasi, dan mulai besok mereka akan menggunakan seragam putih abu-abu. Sungguh sangat menyenangkan ketika masuk lembaran baru. Karena masa lembar SMA adalah lembaran di mana kedewasaan di mulai, lembaran dimana akan banyak hal yang indah bersama teman-teman atau seseorang yg sepesial…

Setelah hamdan membereskan peralatan orientasinya ia bergegas untuk pulang kerumah untuk mencicipi baju seragam barunya itu. Yap benar orientasi telah berakhir, selamta tinggal masa SMP selamat datang masa SMA. Pagi-pagi sekali hamdan sudah bangun dari tidur nya dan bergegas untuk mandi, karena hari ini adalah hari pertama ia memakai seragam putih abu-abu, setelah semua peralatan siap hamdan pamit kepada orang tua nya dan langsung tancap gas menuju sekolah nya yang baru…
Ketika hamdan melewati lorong kelas sambil mencari namanya ada di kelas berapa, hamdan bertemu dengan teman lama nya.
“heii dan, lu sekolah di sini juga?” Tanya rere, teman semasa SD nya hamdan
“eeh lu re, ternyata dunia sempit ya, kita ketemu lagi disini haha, iya nih gua sekolah di sini juga ” balas hamdan. “makin cantik aja lu re, udah gede mah beda ya? Haha” lanjut hamdan sambil bercanda. “aah elu dan bisa aja bercanda nya, oh iya lu dapet kelas brapa?” sahut rere, “ belom tahu nih, gua lagi nyari kelas, lu di kelas sepuluh berapa re?”, “ohh, gua di kelas sepuluh lima, noh kelas nya” jawab rere , “hemm, naah ini dia nama gua, ternyata kita sekelas re”sambil menunjuk papan daftar nama , “hah? Massa sih? Ko gua ga liat tadi ya?”sahut rere tidak percaya, “ ini ada nama gua noh Hamdan Nasution di papan sepuluh lima”, “ohh iya, benar juga, ternyata bener apa kata lu dan, dunia memang sempit”
lanjut rere sambil cengengesan, “iyah re sempit banget, haha. Ya sudah masuk yu” ajak hamdan untuk masuk kelas. Pembelajaran pun di mulai, masih belum efektif sih karena masih murid baru dan suasana baru, jadi harus adaptasi terlebih dahulu.
bel sekolah pun berbunyi, itu arti nya jam belajar sudah habis, dan siswa di ijinkan untuk pulang.
Di sore yang cerah itu sepulang sekolah rere dan hamdan pulang bareng. Kebetulan rumah mereka satu arah. “dan , lu ga repot apa nganterin gua pulang ?”Tanya rere di tengah perjalanan pulang. “ngga ko, gua ikhlas lahir dan batin hehe” jawab hamdan, “ohaha ya sudah bagus deh klo ga ngerasa di repotin ” balas rere.
“terima kasih ya hamdan , udah mau nganterin gua ampe rumah dengan selamat” ucap rere ketika sampai di depan rumah nya. “oke sama-sama , apa si yang engga buat lu” jawab hamdan, “ya udah gua pulang dulu ya “ lanjut hamdan. “okey, bye “ sahut rere sambil melambai kan tangan nya kearah hamdan.

################

Disaat hamdan mengantar pulang rere ia mempunyai perasaan yg bebeda terhadap rere, lebih dari sekerdar perasaan ke teman, tetapi ia tidak menghiraukan nya, dan tetap menjalani hari nya bersama Rere seperti biasa. Hamdan adalah teman kecilnya Rere dia selalu memberikan perhatian kepada Rere melalui ucapannya yang ketus dan tingkah laku yang bisanya hanya menjailinya saja tapi disitulah Hamdan menunjukan perhatianya ke Rere walaupun Rere agak kesal oleh tingkah lakunya terhadap dirinya. Mereka sudah dekat sejak mereka SD makanya Rere tau sikap Hamdan terhadapnya jadi Rere sudah terbiasa menanganinya.
Pagi pukul 07.00 WIB, Hamdan datang kerumah Rere untuk pergi bareng ke sekolah soalnya rumah mereka satu arah menuju ke sekolah.
“pagi hamdan” sapa Rere dengan senyum manis nya ketika hamdan sampai di depan rumah nya . “pagi juga Rere, langsung jalan yu takut terlambat” sahut hamdan, “ayo gua juga udah siap ko” sambil menaiki kendaran berroda dua milik hamdan.
sesampainya di sekolah bel masuk sudah bordering, hampir saja terlambat karena terkena macet di jalan. Dan mereka bergegas memasuki ruang kelas. Tidak terasa bel sekolah pun berbunyi dan itu artinya, saat nya pulang. Seperti biasa Hamdan dan Rere pulang bareng.
banyak yang mengira Hamdan adalah pacarnya rere padahal mereka hanyalah sahabat.
sehari,seminggu , sebulan hari-hari mereka berjalan lancar seperti biasa. “dann !” panggil rere, “ ya ? saya? “, “iiihh iyalah elu, siapa lagi, gua mau cerita dong” , “ehm bayar ya? Satu paragraf seribu” canda hamdan sambil cengengesan “iih serius, lu kenal fikri kan? Itu loh temen smp lu dulu”, “ohh iya kenapa re?” jawab hamdan “akhir-akhir ini dia lagi dektin gua, dan ternyata dia asik ya orang nya” jelas rere “memang si dia asik orang nya, suka di ajak becanda” balas hamdan “iya kaan bener,trus massa kemaren di ngungkapin erasaan nya ke gua, padahal kita baru kenalkan,” curhat Rere, “lalu ? lu terima ga cinta nya itu?” Tanya hamdan penasaran “hmm iya” sambil malu-malu kucing , “dia kan seru anak nya nyambung klo di ajak ngobrol, suka bikin gua ketawa-ketawa dan gua juga punya perasaan yang sama sama dia” lanjut rere , “ciee selamet ya” ucap hamdan melemas .Tak terasa bel sekolah berbunyi, dalam sekejap murid-murid hilang, hamdan tidak lagi melihat Rere. “mungkin Rere sudah pulang dengan kekasihnya yang baru, buat apa aku nunggu dia di sini? Dia kan tidak membutuhkan ku lagi” pikir hamdan yg sedang duduk merenung di pos satpam, akhirnya Hamdan pulang tanpa Rere , di sore yang cerah itu tiba-tiba awan mendung dan menghiasi perjalanan hamdan hingga pulang kerumah, keadaan awan seperti menggambar kan hati nya yg sedang tak karuan, rintik hujan setitik demi setitik jatuh ke tanah seperti air mata yg tak terasa iya jatuh kan ke pipi nya. Kini hati nya tak karuan, hancur berkeping keping ketika ia tau bahwa seorang pujaan hati nya telah di miliki oleh orang lain.
##############

Sehari, seminggu, sebulan Rere dan Fikri semakin tak terpisahkan, dan membuat hamdan menjadi orang asing di antara mereka. Hamdan merasa bahwa harapan nya sudah hancur dan tak mungkin memiliki hati nya Rere. Suatu ketika Hamdan menemukan teman baru nya ya itu fitri, hamdan bertemu fitri di jejaring sosial. Mereka berchating ria .
Sehari,dua hari tiga hari, seminggu mereka sudah merasa saling cocok. Akhir nya mereka jadian.
dan itu membuat hubungannya dengan Rere sebagai semakin renggang .
dan kini Ramdan dan Rere tidak pernah berangkat dan pulang bareng.
############################################
sebulan , dua bulan , tiga bulan mereka mejalani hubungan nya masing-masing.
dan suatu saat Rere dan Fikri memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka karena sudah merasa tidak cocok karena mereka sering bertengkar.

“lu putus Re?” Tanya hamdan kepada Rere yg sedang duduk sendirian di bangku nya
“ohh elu dan, tumben negor, tadi lu ngomong apa?” ucap Rere yang tidak mendengar, karena sedang bengong di bangku nya
“ya ampun gitu banget ngomong nya, lu putus sama Fikri?” Tanya nya ulang. “hemm iyah dann, kita udah ga cocok lagi, kita sering berantem karena hal sepele doang” jelas rere.
“yah sayang banget” komentar hamdan .
Di saat hamdan mendengar berita itu hati nya pun terasa lega dan rasa yg terkubur itu muncul kembali, tetapi ia sudah memiliki fitri yg kini menjadi kekasih nya.
Tetapi rasa itu muncul meskipun Cuma sedikit, dan mungkin bisa menjadi lebih banyak.

Setelah beberapa minggu hamdan dan fitri mengakhiri hubungan nya karena hal yang sama dengan Rere. Mungkin kini hamdan kembali menjomblo.
Dan mulai hari itu hubungan hamdan dan Rere sebagai sahabat kembali seperti awal.
sedikit demi sedikit rasa yang di miliki hamdan terhadap Rere kini mulai berkembang dan brubah menjadi rasa cinta terhadap Rere. Perhatian yang lebih di berikan hamdan terhadap rere. Mungkin rere menyadari hal itu. Bahwa perhatian yg lebih itu di berikan untuk menunjukan perasaannya terhadap diri nya. Suatu saat ketika matahari terkubur hamdan berniat untuk mengungkap kan perassan nya memalui pesan singkat, karena tidak memungkin kan untuk menyampaikan secara langsung. Setelah ia fikirkan mungkin lebih baik diungkapkan supaya tidak ada lagi yang mengganjal di hati nya. Tetapi ungkapan yg di berikan hamdan terhadap Rere tidak di anggap serius olehnya , rere menganggap hamdan itu Cuma bercanda.Meskipun hamdan bersikeras untuk meyakinkan rere tetap saja rere keras kepala, Dan lusa hamdan coba untuk mengungkapkan nya langsung ke Rere. Sepulang sekolah seperti biasa nya hamdan dan Rere pulang bareng, tidak seperti biasanya saat di kendaraan mereka tidak berbicara sama sekali. Sesampai nya di rumah Rere hamdan membuka pembicaraan “Re, lu tau kan tetang perasaan gua ke lu” , “engga “ jawab rere singkat “serius gua re , gua sayang banget sama lu” , “daan lu itu lagi prosses melupakan seseorang, ga mungkin lu sayang sama gua, rasa sayang lu itu Cuma sesaat Cuma buat pelarian doang” jelas Rere “tapi Re gua serius sayang sama lu” bantah Hamdan “engga dann coba deh lu fikirkan kembali apa yang lo ucapkan itu” sahut rere , “Re, gua udah mikirin itu, sejak lama, dan gua ga mungkin buat nomong kaya gini kalau belum gua fikirin”, “lu mikirin ini sejak kapan? “ Tanya Rere, “sejak kita pertama kali pulang bareng, rasa itu muncul begitu aja, gua coba buat menghilangkan rasa itu , tapi ga bisa re” jelas hamdan, “trus kenapa lu ga ngomong sejak dulu?” , “gua pengen ngungkapin itu semua, tapi gua terlambat, hati lu sudah ada yang memiliki di saat itu, dan sekarang waktu yang tepat buat gua ngungkapin perasaan itu” jelas hamdan, tiba-tiba suasananya menjadi hening seketik, “jadi gimana Re? lu mau kan jadi seorang yang spesial di hati gua? , itu ungkapan dari hati gua yang paling dalam, yg dulu sempat tertunda” suara hamdan memecah ke heningan “hemm okey kalau emg lu serius, tapi gua butuh waktu untuk memikirkan nya” tanggap Rere serius. “butuh berapa hari buat lu mikirin itu ?” Tanya hamdan, Kepada Rere , “gua butuh 3 hari buat mikirin ini semua dan mungkin 3 hari kedepan sudah ada jawabanya” Rere memperjelas, “okey, gua tunggu jawaban itu?” sambil menyalakan kendaraan roda dua dan bergegas pergi dari depan rumah Rere.

1 satu hari di jalani hamdan dengan perasaan hampa karena takut penantian panjang nya sia-sia, 2 hari di jalani oleh hamdan dengan harapan kosong, dan pada malam hari iya masih kepikiran apa yg akan di jawab oleh Rere besok. 3 hari di jalani oleh hamdan, dan tiba saat nya Rere untuk memberi jawaban nya terhadap Hamdan. “Rere..! “ panggil hamdan , “iya, ada apa dan?” sahut Rere, “lu inget kan hari ini?” Tanya hamdan.
“hemm?” Tanya rere bingung , “hari ini lu janji mau ngasih jawaban nya sekarang” jelas hamdan, “oh iya, maaf ya daan gua blom bisa ngasih jawaban, I think tomorrow is better” jelas Rere sambil tersenyum manis. Dengan hati yg sabar Hamdan mengunggu jawaban dari Rere meski pun sedikit kesal hamdan tetap bersabar menunggu.Di sore itu mereka tidak pulang bareng, melain kan pulang masing-masing tidak seperti biasa nya. Sesampainya di rumah. Ia langsung bergegas mengganti pakaian seragam nya, ketika ia melihat ponsel nya berkedip ia tau bahwa ada pesan singkat baru yang masuk. Ternyata dari rere. Isinya hanya menanyakan tugas saja. Setelah beberapa menit mereka sms-an, hamdan menyinggung tetang pertanyaan tiga hari lalu.
ia menanyakan jawaban dari petanyaan itu. Dengan harap-harap cemas hamdan mengirim pesan singkat itu. Ponsel hamdan pun kembali berkedip. Dan ada satu pesan baru dari Rere yang isi nya menjawab tetang perasaan hamdan yang kemarin-kemarin sempat terpendam dan tertunda. Ternyata Rere memberi jawaban “maaf ya hamdan, gua ga bisa, maaf ya lu bisa ngerti kaan, gua ga bsa nolak tawaran lu tiga hari yang lalu” isi pesan singkat dari rere yang arti nya bahwa Rere mau menjadi kekasih nya hamdan. Entah rasa nya seperti apa senang,gembira,terharu campur aduk menjadi satu. Ia berjanji dalam hatinya bahwa ia tidak akan menyakiti Rere, dan selalu ada untuk nya disaat senang maupun susah, dan sejak saat itu hari-hari nya mulai cerah kembali, semangat belajar yang sebelum nya sempat menurun kini kembali naik berkat motivasi dan dorongan dari sang kekasih.

~THE END~

0 komentar:

Posting Komentar